Kajian Tri Wulan “Nasyiah Progresif : Memilih Pemimpin Ideal Sesuai Perspektif Islam”

Departemen Dakwah Pimpinan Daerah Nasyiatul Aisyiyah (PDNA) Sidoarjo gelar kajian tri wulan dengan tema “Nasyiah Progresif : Memilih Pemimpin Ideal Sesuai Perspektif Islam” di Aula Muhammadiyah Boarding School Porong, Ahad (22/09/2024) pagi. PDNA hadirkan dua narasumber yaitu, Ustadz Rozaq Akbar, S.Fil.I., M.Pd (Wakil Ketua PDPM Sidoarjo) dan Ayunda Arin Setyowati, SH.I., MA yang (Pimpinan Wilayah Nasyiatul Aisyiyah Jawa Timur.)

Kajian tri wulan ini merupakan salah satu program kerja rutin Departemen Dakwah PDNA Sidoarjo yang digelar setiap 3 bulan sekali dengan lokasi yang berpindah-pindah di Pimpinan Cabang Nasyiatul Aisyiyah (PCNA) se-Kabupaten Sidoarjo. Kali ini PCNA Porong yang mendapat kesempatan sebagai tuan rumah pelaksanaan kajian.

Pada kegiatan ini, Anggota komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sidoarjo, Ahmad Nidhom, S.Ag memberikan Sosialisasi Pendidikan Pemilih jelang penyelenggaraan Pemilihan Kepala Daerah (PILKADA) Serentak 2024. Sementara, peserta kajian merupakan anggota PCNA se-Kabupaten Sidoarjo.

Mengangkat tema tentang memilih pemimpin ideal yang sesuai dengan perspektif Islam, besar harapan PDNA Sidoarjo agar seluruh Nasyiah, khususnya di Sidoarjo dapat memilih pemimpin terbaik dan menjadi pemimpin yang baik pula. Ustadz Rozaq dalam materinya menyampaikan, “Setidaknya ada 14 kualifikasi pemimpin yang baik. Kualifikasi-kualifikasi ini penting untuk kita pahami bersama bukan hanya untuk menentukan pilihan pemimpin kita saja, tapi bagaimana kita dapat memenuhi kualifikasi tersebut untuk menjadi pemimpin yang demikian”.

Sementara itu, Ayunda Arin mengupas tentang bagaimana peran perempuan di dunia politik. Ketua Departemen Dakwah PWNA Jawa Timur tersebut mengajak seluruh Nasyiah yang hadir agar bisa mengambil peran baik di dunia politik. Menambahkan materi Ustadz Rozaq tentang 14 kualifikasi pemimpin yang baik, Ayunda Arin juga menyampaikan kualifikasi pemimpin pemimpin yang dapat banyak memperhatikan hak-hak perempuan.

“Mengapa perempuan harus memilih? Pertama, karena keseimbangan representasi, dimana dengan kita memilih, suara dan kepentingan perempuan bisa terwakili dalam pemerintah dan kebijakan publik. Kemudian selanjutnya, itu akan berpengaruh terhadap kebijakan. Keputusan yang diambil oleh pemimpin politik akan memberikan dampak pada isu-isu yang mempengaruhi perempuan seperti kekerasan berbasis gender, pendidikan, kesehatan reproduksi. Memilih juga merupakan hak sipil. Dengan memilih juga, kita perempuan dapat mendukung pemimpin yang dapat memperjuangan kesetaraan gender, pemimpin yang memiliki kebijakan pro pada perempuan” ucap Ayunda Arin dalam materinya. Rangkaian acara berjalan dengan lancar dan ditutup dengan kegiatan ramah tamah. PDNA Sidoarjo berharap kegiatan rutin ini dapat terus berlangsung dan dapat memberikan manfaat, juga keberkahan untuk setiap yang hadir dan mendukung.

Penulis : Adinda Lazuardi Fahmanta

Leave a Reply