NASYIAHSIDOARJO – Departeman Ekonomi dan Wirausaha Pimpinan Daerah Nasyiatul Aisyiyah (PDNA) Sidoarjo bekerja sama dengan tim Abdimas Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) laksanakan kegiatan Pendampingan Sirkular Ekonomi. Acara ini berlangsung di Gedung Dakwah Muhammadiyah Kalidawir mulai pukul 08.00 WIB, Sabtu (14/09/2024).
Kegiatan ini merupakan rangkaian acara abdimas yang telah dilakukan pada minggu 8 september 2024. Pertemuan ke dua ini bertujuan untuk memberikan pemahaman dan pendampingan kepada pelaku usaha, khususnya perempuan muda dalam memanfaatkan dan mengoptimalkan limbah bekas hasil usaha melalui penerapan konsep sirkular ekonomi. Sirkular ekonomi merupakan pendekatan yang berfokus pada pengelolaan limbah secara berkelanjutan dengan cara mendaur ulang atau memanfaatkan kembali bahan-bahan sisa produksi agar dapat menciptakan nilai tambah bagi usaha.
Acara ini dihadiri oleh Ketua PDNA Sidoarjo Nur Ravita Hanun SE MA, beserta sejumlah kader dan anggota yang berpartisipasi aktif. Turut hadir pula ketua dan anggota abdimas yakni Dr. Hana Catur Wahyuni ST MT, Dr. Hasa Ubaidillah, Prof Dr Ir Hj Andriani Eko Prihatiningrum MS yang masing-masing membawakan materi mengenai implementasi ekonomi sirkular.
“Kegiatan pendampingan sirkular ekonomi ini sangat relefan dengan program Nasyiatul Aisyiyah yang ingin mengurangi pengunaan sampah plastik,” ucap ketua PDNA Kabupaten Sidoarjo Nur Ravita Hanun SE MA. Nasyiatul Aisyiyah Sidoarjo sendiri memiliki program Merdeka sampah dengan dibuktikan selama diadakannya kegiatan acara Nasyiatul Aisyiyah akan membawa tambler dan botol minum sendiri setiap anggotanya.
Dr Hana Catur Wahyuni ST MT menyampaikan beberapa pendapat konsep dasar mengenai ekonomi sirkular, yang berupa pemanfaatan limbah selama proses produksi usaha, seperti bekas kemasan minyak, toples, margarin dan lainnya. “Seperti yang kita tahu bumi kita ini sudah sangat panas, sehingga dengan kita membakar limbah yang berupa plastik akan semakin memperpanas bumi ini,” tutur Hana.
Penyampian materi disambung oleh Prof Dr Ir Hj Andriani Eko Prihatiningrum MS yang menyampaikan ekonomi sirkular secara mendetail dan terperinci mulai dasar hingga tingkatan tertinggi. “Kemasan bekas produksi usaha seperti toples dan galon dapat dimanfaatkan sebagai tempat tanam sayuran. Limbah usaha juga dapat dijadikan sebagai pupuk untuk tanaman” papar Andriani.
Andriani Eko Prihatiningrum menyampaikan dengan memanfaatan limbah usaha menjadi media tanam sayuran dan memiliki setidaknya 7 pot dalam setiap keluarga akan menghemat pengeluaran keluarga dan sehat karena sayur organik.
Setelah pemaparan materi disampikan para peserta pendampingan sirkular ekonomi diajak untuk memparktekan salah satu bentuk sirkular ekonomi berupa pemanfaatan limbah usaha seperti toples dan kaleng menjadi pot tanaman. Praktek dilakukan dengan menanam bibit cabe, tomat dan terong yang didampingi oleh M Koko Ardyansyah SP. Koko menjelaskan dalam memanfaatkan limbah usaha menjadi pot tanaman harus memperhatikan jenis plastiknya. Limbah plastik yang aman digunakan yakni berlabel PE, karena lebih kuat. Para peserta pendampingan dibebaskan untuk menanam tanaman dalam pot limbah yang telah disiapkan.
Kegiatan pendampingan ini berjalan dengan interaktif, di mana para peserta tidak hanya mendapatkan teori tetapi juga berkesempatan untuk berdiskusi dan berkonsultasi langsung dengan para pemateri mengenai tantangan yang mereka hadapi dalam usaha masing-masing. Melalui diskusi yang hangat, diharapkan peserta dapat lebih memahami strategi yang tepat untuk mengembangkan usaha mereka secara berkelanjutan.
Acara diakhiri dengan sesi foto bersama dan ramah tamah oleh seluruh peserta yang terlibat dalam kegiatan ini. Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan manfaat yang nyata bagi peserta dalam mengembangkan usaha berbasis sirkular ekonomi, serta mendorong kesadaran akan pentingnya pengelolaan limbah yang lebih bijak dan berkelanjutan.

